Anchor Handling Tug Supply (AHTS) adalah kapal yang sangat kuat yang menyebarkan, memulihkan dan menggeser pola tambatan sub-laut. Kapal ini biasanya terlihat bekerja dengan instalasi lepas pantai, dimana salah satu armada AHTS bekerja satu sama lain dan bekerja sebagai satu kesatuan. Adapun peralatan tambahan yang membedakan kapal anhor handling dengan kapal jenis lain, antara lain:

    • Anchor Handling Winch

Kapal AHTS dilengkapi dengan ‘unitec hydraulic winch’ yang terdiri dari dua drum, yang mana ‘working wire drum’ terletak di bawah dan ‘towing wire drum’ terletak di atas.

    • Clutches

‘Jaw clutches’ dioperasikan secara pneumatik.

    • Brakes

Rem pita yang dioperasikan secara pneumatik dengan pengontrol di setiap drum.

    • Ratchets

Ratchet tipe ‘pawl’ yang dioperasikan secara pneumatik untuk setiap drum yang dipakai.

    • Drum

Dua drum dengan kapasitas 600 meter X 40 mm (diameter wire)

    • Wires

Berbagai jenis wire yang dibawa, sertifikat tesnya harus dikonsultasikan.

    • Sockets

Setiap wire diakhiri dengan ‘socket’ tipe ‘spelter’ tertutup (Pee Wee atau Gold Nose)

    • Shackles

Shackle (segel, red) untuk anchor handling adalah tipe lonceng dengan pin baut.

Peralatan-peralatan yang disebutkan di atas harus diperiksa secara berkala oleh Chief Officer yang memang bertanggung jawab terhadap kondisi peralatan di atas kapal AHTS. Sebelum dimulainya kegiatan anchor handling, tentunya dilakukan persiapan yang dilakukan oleh kru kapal dan pihak yang terkait. Persiapan-persiapan yang harus dilakukan, antara lain:

    • Mengadakan pre-move meeting

Dalam situasi apapun, ‘rig move’ tidak boleh dilakukan sebelum ‘pre-move meeting’ dilakukan. Nahkoda kapal yang men-towing tidak selalu dapat menghadiri pertemuan tersebut karena keadaan unit yang akan dipindahkan, misalnya jack-up rig. Namun penting bagi nahkoda untuk mendapatkan pengarahan lengkap tentang hal tersebut/ hasil dari meeting. Penerimaan ‘anchor pattern’, briefing dan instruksi radio terkait kegiatan ‘rig move’ harus dicatat ke dalam ‘log book’.

Meeting yang dilakukan harus mempertimbangkan hal-hal berikut, diantaranya: logistik dan jadwal, komunikasi, rincian lokasi, survei dasar laut, penetapan posisi dan demarkasi/ garis pemisah, rencana ‘anchor pattern’, bantuan menyelam, kondisi meteorologi, towing, operasi malam hari, stabilitas kapal, kekhawatiran dan hambatan-hambatan, peralatan ‘mooring’ kapal dan contingency plan (tindakan alternatif yang dipersiapkan ketika rencana utama yang direncanakan tidak berhasil atau terhambat karena berbagai faktor, red)

    • Semua peta sudah diperbarui

Sebelum memulai ‘location move’ (perpindahan lokasi), nahkoda harus memastikan kepada ‘person in charge’ (PIC) bahwa peta yang digunakan adalah peta terbaru yang diterbitkan dan tidak ada koreksi yang diperuntukkan bagi peta yang tidak diketahui. Nahkoda harus sepakat dengan PIC tentang perpindahan lokasi, rute mana yang akan diambil ke tujuan lokasi baru. Rute harus menunjukkan jarak aman yang harus di jaga dari bahaya-bahaya navigasi.

    • Channel kerja (radio VHF) yang disetujui

Sebelum dimulainya kegiatan towing, nahkoda harus sepakat dengan PIC mengenai lokasi dari perpindahan lokasi, serta saluran kerja untuk radio VHF yang akan digunakan. Saluran kerja yang disepakati ini harus dites dari haluan dan buritan kapal untuk memastikan kedua unit radio VHF berfungsi.

    • Deck space harus kosong

Pastikan dek kerja yang ada di belakang bersih dari segala bahaya yang dapat menghalangi pergerakan towing wire.

    • Towing, work dan tugger wire

Sebelum perpindahan lokasi, pastikan semua wire dalam kondisi baik, periksa semua ‘socket’ sudah terpasang dengan benar.

    • Towing pin

Uji fungsional towing pin dari anjungan dan lokasi kendali yang ada di maindeck. Sebelum winch dan sistemnya dianggap aman untuk beraktifitas, kedua stasiun kendali harus berfungsi.

    • Operasional winch

Uji fungsional towing/ anchor handling winch dari anjungan dan lokasi kendali yang ada di maindeck. Sebelum winch dan sistem dianggap aman untuk beraktifitas, kedua stasiun kendali harus berfungsi. Uji fungsional ‘tugger winch’ dari lokasi kendali yang ada di maindeck.

    • Stern roller

Sebelum kegiatan pemindahan, pastikan stern roller dilumasi dan bebas berputar.

    • Segel, pin dan wire cadangan

Pastikan segel cadangan cukup dan tersedia untuk memenuhi keadaan. Pastikan cadangan mur dan pin tersedia untuk untuk semua segel yang sudah diberi grease. Pastikan ‘pennant’ dan ‘crane wire’/ sling sudah tersedia, lengkap dengan semua segel.

    • Mesin/ bow thruster

Uji fungsional mesin induk sebelum dimulainya kegiatan perpindahan lokasi. Mesin induk akan diuji dari stasiun kendali depan dan belakang.

    • Instrumen navigasi

Uji fungsional gyro, kompas magnetik dan kemudi otomatis. Uji fungsional satelit navigator.

    • Safety breafing yang baru

Sebelum memulai kegiatan perpindahan lokasi, kru harus diberi pengarahan melalui ‘public address’ sehubungan dengan keselamatan operasi yang akan datang. Semua kru harus menyadari bahaya-bahaya pada pekerjaan yang sedang dilakukan.

    • Stretcher dalam keadaan siap

Stretcher (tandu, red) harus selalu tersedia jika terjadi cedera pada kru kapal.

Leave A Comment