Berdasarkan pengalaman kerja saya selama berkecimpung di dunia offshore, maka dapat saya simpulkan beberapa bahaya yang sangat beresiko saat kita bekerja di crewboat, antara lain:

  • Naik Turun Tangga

Kerja di crewboat memungkinkan bahaya terpeleset saat naik turun tangga, terlebih kita tidak berpegangan tangan pada handrail sebagaimana mestinya. Selain itu, untuk orang yang jangkung memungkinkan bisa merobohkan langit-langit kapal bilamana tidak berhati-hati saat naik turun tangga. Untuk mencegah bahaya-bahaya tersebut, yang harus dilakukan adalah menyarankan semua kru agar selalu menggunakan pegangan tangan saat menaiki atau menuruni tangga. Menempel stiker pegang handrail wajib kita lakukan, di samping memastikan titik tertinggi pada tangga harus ditandai dengan zebra line.

  • Bahaya Saat Kapal Mendekati Platform

Terdapat lima bahaya saat kapal mendekati platform, yaitu: menyentuh platform, tidak dapat mempertahankan posisi kapal yang diinginkan, kehilangan kendali kapal, mesin atau alat navigasi mengalami kerusakan (failure), bahaya asap atau gas.

Tindakan-tindakan pencegahannya, antara lain: kapten harus mematuhi aturan 500m safety zone, manuver uji coba harus dilakukan sebelum mendekati platform, Plan Maintenance System (PMS) harus dikerjakan dan dipatuhi dengan ketat. Terakhir, tool box meeting harus dilakukan secara komperhensif setiap hari, dimana bahaya asap dan gas harus disertakan di dalamnya.

  • Pada Saat Mengangkut Cargo

Bahaya-bahaya yang kemungkinan terjadi saat mengangkut cargo, antara lain: muatan tidak diikat selama kapal berlayar, adanya celah diantara muatan dan titik jepit (pinch point) pada saat membuka atau menutup pintu.

Tindakan-tindakan pencegahannya, antara lain: Semua cargo yang dimuat di atas kapal harus diikat sesuai Cargo Securing Plan, saat memuat harus kita pastikan tidak ada celah di antara cargo sehingga kita harus membuat cargo planning yang tepat sebelum memuat cargo, untuk menghindari bahaya terjepit kita harus menempel IMO stiker (tentang pinch poin) sebagai pengingat semua kru kapal yang bertugas.  

  • Transfer Penumpang Melalui Personnel Transfer Basket (PTB)/Tali Ayun (Swing Rope)

Bahaya-bahayanya, antara lain: penumpang jatuh dari PTB, penumpang tergelincir saat mendarat dari PTB, kru pemberi sinyal (signalman) di deck kapal tertabrak PTB, PTB rusak, swing rope terjatuh di laut, tertangkap di antara kapal dan boat landing dan area pendaratan yang tidak stabil terutama saat cuaca buruk.

Hal-hal yang harus dilakukan untuk menghindari bahaya-bahaya di atas, antara lain: kru kapal memastikan semua penumpang yang akan di transfer memakai APD dengan benar, penumpang telah menonton ‘safety video’ sebelum di transfer, PTB dan swing rope harus diperiksa dan dipastikan dalam kondisi yang baik untuk digunakan, tidak boleh transfer melalui swing rope saat gelombang air laut melebihi 1,5 meter, tidak boleh transfer melalui PTB saat gelombang air laut melebihi 2 meter.       

  • Bahaya Bagi Kru Yang Bertugas Di Deck

Bahaya-bahaya yang bisa dialami kru yang bertugas di deck, antara lain: kru tertabrak cargo, kru tertimpa material yang jatuh dari cargo atau PTB, kru jatuh ke laut saat tertabrak cargo dan saat berdiri di posisi yang salah.

Solusinya adalah perwira jaga harus memastikan ABK yang kerja di deck tetap berada di lokasi yang aman sampai muatan benar-benar mendarat dan ganco sudah dilonggarkan, ABK tidak boleh memposisikan dirinya dibagian ujung belakang buritan kapal selama transfer cargo dan penumpang.

Leave A Comment