Di perairan Malaysia, tanggal 3 November 2022 saat kapal AHTS Sea Meadow-8 beroperasi dengan jack up PVD-III, salah satu AB kapal AHTS Sea Meadow-8 yang sedang tidak bertugas pergi ke area anjungan kapal dan mondar-mandir di bridge wing. Kemudian chief officer bertanya apa yang mau dia lakukan, namun AB tidak menjawab pertanyaan tersebut. Saat AB berjalan menuju dek FRC, chief officer mengikutinya turun ke dek FRC. Tak lama berselang AB tiba-tiba mengulurkan tangan ke mata rantai pengaman FRC boarding station dan melepas mata rantai tersebut.  Secara refleks chief officer meneriakinya agar tidak melompat, tanpa menanggapi teriakan chief officer AB langsung melompat ke laut. Chief officer dan perwira jaga segera mengaktifkan alarm MOB. FRC diluncurkan dan AB diselamatkan kembali di atas FRC, lalu dipindahkan ke Offshore Support Vessel (OSV) terdekat. AB kemudian dipindahkan ke FSO Orkid untuk pemeriksaan medis, hasilnya AB tidak menderita cedera apapun. Lalu AB diantar kembali ke Kemaman Supply Base dan dikirim ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut dan evaluasi mental.

                Percobaan bunuh diri kru kapal bukan terjadi kali ini saja. Pastinya, sebagian besar orang melakukan upaya bunuh diri itu secara impulsif atau mendadak. Artinya, ini bukan hal yang direncanakan secara menyeluruh. Berikut ini beberapa alasan orang melakukan bunuh diri, antara lain:

  • Depresi parah
  • Kepribadian ganda
  • Stres traumatis
  • Takut kalah atau kehilangan
  • Merasa tidak ada harapan (putus asa)
  • Sakit kronis
  • Merasa jadi beban
  • Penggunaan zat dan impulsif

Penggunaan narkoba dan alkohol dapat meningkatkan keinginan untuk bunuh diri. Hal ini disebabkan karena seseorang menjadi lebih impulsif dan cenderung bertindak spontan.

  • Gangguan makanan

Jenis gangguan makanan berupa ‘anorexia nervosa’ mencatatkan kasus kematian paling banyak. Di sisi lain, pasien dengan ‘bulimia nervosa’ juga bisa melakukan upaya bunuh diri.

  • Skizofrenia

Kondisi skizofrenia juga lebih rentan terjadi, terutama pada orang yang sebelum mengalami kondisi ini hidupnya berjalan sangat baik. Setelah diagnosis, bisa saja muncul depresi.

  • Isolasi sosial

Seseorang bisa mengalami isolasi sosial atau menutup dirinya dari interaksi sosial karena berbagai hal. Contohnya bercerai, patah hati, sakit fisik dan mental, kecemasan sosial.

Apabila di atas kapal kita mendeteksi seseorang kerap berkata bahwa dirinya tidak berguna dan gerak-gerik lain yang menandakan kehilangan semangat hidup, beranikan diri untuk mengambil sikap. Langkah pertama bisa dengan menjadi pendengar yang baik. Selanjutnya kita harus melaporkan hal ini kepada kapten kapal, untuk kemudian bertanya atau berdiskusi dengan dokter yang bertugas di lokasi kerja kapal mengenai cara-cara bersikap ketika ada kru kapal yang menunjukkan gelagat ingin bunuh diri.  

Leave A Comment