Hal-Hal Yang Harus Dilakukan Jika Ingin Naik Jabatan Di Atas Kapal

Kesuksesan itu berpola, apa-apa yang terjadi hari ini adalah cerminan dari tindakan-tindakan kita di masa lalu. Sebaliknya apa-apa yang bakal terjadi dua, tiga atau bahkan lima tahun ke depan adalah buah dari tindakan dan perjuangan-perjuangan yang kita lakukan sekarang. Untuk itulah sebagai pelaut yang ingin maju dan berkembang kita harus selalu berbenah agar menjadi pribadi yang lebih baik. Terlebih jika kita memiliki impian untuk naik jabatan atau mendapatkan promosi dari atasan kita di atas kapal. Hal-hal yang harus dilakukan agar kita segera mendapatkan promosi naik jabatan akan saya ulas di artikel saya kali ini.

                Pertama, kesiapan sertifikat-sertifikat keterampilan pelaut dan ijazah. Jika kamu sekarang punya ijazah ANT-2 dan bekerja di kapal dengan gross tonnage 10.000 sebagai chief officer, apabila kamu mengharapkan naik jabatan sebagai kapten, berarti itu hal yang mustahil. Hal ini dikarenakan ijazah ANT-2 endorse-nya cuma mentok di ‘Near Coastal Voyages – GT 3000 or more’. Akan tetapi, urusan ijazah dan sertifikat ini terpatahkan oleh pendapat salah satu pelaut senior yang sudah lama berkecimpung di dunia offshore (yang ada di dalam circle pertemanan saya, red). Beliau berkata, ambilah sebuah contoh seorang pelaut memiliki DPO License Full-Unlimited, namun di lapangan dia tidak mampu menguasai sistem dan pekerjaan, maka di atas kapal pelaut tersebut tetap menjabat sebagai junior DPO. Dalam hal ini bisa kita garis bawahi bahwa sertifikat hanya penanda bahwa seorang pelaut pernah sekolah, namun bukan berarti dia pernah berfikir. So, jam terbang adalah segalanya.

                Kedua, berpakaian rapi  dan menarik. Sahabat pelaut sadar atau tidak, cara berpakaian dapat mewakili perilaku  seseorang. Terkadang ada juga atasan yang memberikan porsi khusus dalam hal penilaian cara berpakaian para pekerjanya. Saya ada sedikit cerita dari teman pelaut yang sekaligus bekerja menjadi agency. Sebagai agency, tentunya teman saya sering bertemu pelaut-pelaut yang melamar kerja setiap harinya, bahkan kadang-kadang dalam sehari jumlah pelaut yang datang mencapai puluhan. Berdasarkan pengalaman teman saya ini, dia langsung mencoret/menolak pelamar yang datang ke kantor hanya menggunakan kaos, minimal pelamar yang memakai baju berkerah yang akan saya proses tambahnya. Sesimpel itu persyaratan dari agency milik teman saya. Yang perlu diingat, berpakaian rapi tidak harus mahal dan branded kan?

                Hal ketiga adalah kerja bagus, konsisten dan bisa bekerja secara tim. Yang dimaksud kerja bagus disini bisa diartikan melakukan tugas yang diberikan atasan dengan penuh rasa tanggung jawab. Pimpinan mana yang tidak akan mempromosikan kita jika kita kerjanya bagus dan konsisten, bro? Jadi, mulai sekarang kerjakan semua tugas yang menjadi bagian anda dan maksimalkan pekerjaan tersebut. Jangan malah mengurusi hal-hal yang tidak penting, misalnya bergosip ria. Kalau urusan ‘team work’ resepnya tidak sulit, intinya kita harus fleksibel. Berbaur dengan kru kapal yang lain tidak sulit kok, jika sahabat pelaut mau membuka diri, maka orang lain akan masuk dengan sendirinya dan bakal menjadi bagian dalam kehidupan kita.

                Keempat, berani berbicara. Hal terakhir ini agak sulit dilakukan, percaya atau tidak, takut berbicara bisa membuat perjalanan karir sahabat pelaut berhenti alias tidak ada kemajuan. Beranikan diri untuk berbicara, di saat meeting sesekali sampaikanlah pertanyaan-pertanyaan, kalau perlu sampaikan juga ide-ide yang ada di otak kita. Andaikata ide yang sudah sahabat pelaut ungkapkan ternyata ditolak, nggak usah dipikir, apalagi sakit hati. Sebenarnya hal ini menandakan sahabat pelaut harus lebih kreatif, atau perlu meningkatkan kualitas dari ide yang akan disampaikan. Selamat mencoba.       

Leave A Comment