Selain penggunaan Personal Protective Equipment/PPE/Alat Pelindung Diri/APD, yang mana fungsinya untuk mengurangi dampak daripada cedera yang disebabkan oleh kecelakaan kerja, dewasa ini di dunia offshore diberlakukan ‘hands free’. Apa itu ‘hands free’? Secara garis besar dapat diartikan kondisi dimana tangan kita (kru kapal, red) tidak boleh bersentuhan langsung dengan muatan (cargo) selama proses bongkar muat, baik di pelabuhan maupun di tengah laut.

              Selama mengangkat cargo (lifting) kita harus selalu ‘hands free’ untuk meminimalisir terjadinya cedera. Sama seperti penerbangan, bagian paling berbahaya saat lifting adalah selama cargo lepas landas dan selama cargo mendarat. Karenanya, pada tahap kritis ini kru harus berada sejauh mungkin dari cargo jika terjadi kesalahan. Namun, pada pelaksanaannya akan selalu ada pekerjaan tertentu yang membutuhkan sentuhan tangan langsung dengan cargo untuk penentuan posisi akhir. Tentunya hal ini adalah suatu pengecualian, sehingga dalam pelaksanaannya harus membuat ‘Risk Assessment’ terlebih dahulu, yang mana di dalamnya terdapat perhatian khusus pada resiko cedera, dalam hal ini meliputi cedera jari dan tangan, jari kaki dan kaki.

              Ada tiga hal yang harus diedukasi kepada kru kapal agar metode ‘hands free’ ini benar-benar terlaksana, antara lain:

1.Mindset yang benar

Mengubah cara kita melakukan sesuatu selama bertahun-tahun tentunya selalu menghasilkan penolakan dari orang-orang, tetapi kita harus bertahan dengan ide-ide yang cemerlang atau kita tidak akan pernah mengubah sesuatu menjadi lebih baik.

Jadi mindset kru benar-benar harus dirubah, yang tadinya terbiasa memegang cargo dengan tangan saat lifting, kini harus dibiasakan tidak melakukannya sama sekali. Tentunya penggunaan ‘impact gloves’ selama lifting adalah wajib dalam rangka mengurangi dampak cedera yang diakibatkan oleh jari yang terjepit.

2.Tag line

Apakah menggunakan tag line atau tidak (selama lifting) selalu menjadi hal yang diperdebatkan? Menurut saya, meskipun penggunaannya dapat menimbulkan bahaya tambahan, penggunaan tag line ternyata bisa digunakan untuk meningkatkan keselamatan pada muatan, terutama saat alun tinggi atau angin kencang. Tag line bisa digunakan sebagai pengatur ritme keseimbangan cargo selama proses lifting, sehingga dapat mengurangi efek benturan cargo satu sama lain maupan benturan cargo dengan kompartemen kapal.

3.Push and pull stick

Push and pull stick adalah kayu atau fibre glass dengan ganco di salah satu ujungnya dan bantalan karet atau kulit di ujung lainnya. Idealnya push and pull stick berukuran 2 meter atau 6 feet. Penggunaan utama dari alat ini adalah untuk mengambil tag line yang tergantung secara vertical ke bawah sehingga kru tidak harus dekat dengan ‘suspended load’. Penggunaan lainnya adalah untuk mendorong dan mengarahkan cargo ke posisi yang benar untuk mendarat atau mengarahkannya ke ruang sempit.

Leave A Comment