Join Ship Di Vung Tau, Inilah Review Penerbangan Vietnam Airlines

Hari ini cerah, tanggalnya cantik 03-03-2023 (3 Maret 2023, red). Saya melakukan perjalanan udara dari Jakarta ke Ho Chi Minh menggunakan maskapai Vietnam Airlines (nomer penerbangan VN-630). Alhamdulillah, untuk kesekian kalinya ini merupakan rezeki yang tak tertukar bagi saya, yang mana saya diterima kerja di sebuah perusahaan asing yang posisi kapalnya ada di pelabuhan Vung Tau – Vietnam. Karenanya, untuk proses sign on kapal saya harus terbang dari Jakarta ke Ho Chi Minh terlebih dahulu, dan nantinya dilanjutkan perjalanan via darat ke Vung Tau. Karena ini merupakan pengalaman pertama saya bepergian menggunakan Vietnam Airlines, maka di artikel kali ini saya akan me-review atmosfer perjalanan udara menggunakan salah satu maskapai penerbangan terbaik di negri naga biru tersebut.

                Awalnya saya kecewa karena pesawat tidak take off dari bandara Soekarno-Hatta sesuai jadwal. Yang seharusnya pesawat take off mulai jam 14.40 WIB, kenyataannya pesawat baru take off jam 15.15 WIB alias terlambat 35 menit dari jadwal yang telah ditentukan. Kekecewaan saya hanya sementara, lantaran sesaat sebelum lepas landas kru pesawat menyampaikan melalui pengeras suara bahwa lama perjalanan dari Jakarta ke Ho Chi Minh ditempuh dalam kurun waktu 2 jam 45 menit, itu artinya lebih cepat daripada lama perjalanan yang tercantum di tiket elektronik saya, yakni 3 jam 20 menit. Apakah pihak maskapai salah ketik saat mencetak tiket elektronik perjalanan saya kali ini? Wallahu Alam, yang jelas pesawat yang saya tumpangi sampai di Vietnam tepat waktu. Hal inilah yang membuat perjalanan saya kali ini terasa nyaman, di samping faktor pramugari dan kru pesawat yang super ramah selama penerbangan.

                Ada satu cerita menarik di sela-sela perjalanan Jakarta – Ho Chi Minh, dimana di sebelah saya ada empat pelaut Indonesia yang juga mau join ship di Vietnam. Konon mereka bekerja di kapal semen milik Indonesia dengan rute pelayaran Vietnam – Hongkong. Saya kaget bercampur bangga karena ternyata di tahun 2023 ini masih ada perusahaan lokal yang kapalnya dicharter perusahaan asing, rutenya foreign going, dan kru di atas kapal Indonesia semua. Ini merupakan hal yang langka, kalau sepuluh tahun yang lalu sih masih banyak perusahaan-perusahaan Indonesia yang rute pelayarannya lintas negara.

 

                Balik lagi review pesawat Vietnam Airlines, untuk menu makanan yang ditawarkan di dalam pesawat ada dua pilihan, yaitu: ayam plus nasi atau daging sapi tanpa nasi. Pilihan saya jatuh pada daging sapi tanpa nasi, dan ternyata pilihan itu sesuai dengan ekspektasi saya. Dalam hidangan tersebut disajikan rendang sapi dan sayur-sayuran, seperti: kentang, jagung muda, wortel, timun, jamur. Yang jelas menu ini cukup memanjakan lidah orang Indonesia, sekaligus cocok untuk orang-orang yang sedang melakukan diet carbo.

                Untuk minuman yang dibagikan di pesawat, pramugari membaginya dalam dua sesi. Yang pertama ada jus, air putih, minuman bersoda dan minuman beralkohol. Sedangkan untuk sesi yang kedua atau sehabis waktu makan, pilihannya cuma teh atau kopi. Overall, perjalanan dengan Vietnam Airlines sangatlah unik, santai dan nyaman. Jujur saya sangat menikmati detik demi detik waktu yang berjalan selama perjalanan, hingga tak terasa pesawat sudah mendarat sempurna di Ho Chi Minh. Saya adalah seorang pelaut yang selalu bergetar tatkala lagu Indonesia Raya berkumandang.

Leave A Comment