Mau Dibawa Kemana Ijazah ‘Fresh Graduate’?

Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, saat saya berlayar di atas kapal rute domestik, mualim tiga saya pernah berkata saya mau kok berlayar di ‘company’ asing sebagai jurumudi daripada kerja disini sebagai perwira, asalkan gaji US dollar tambahnya. Waktu itu, ucapannya saya kira hanya bercanda, sebuah candaan yang masuk dari telinga kanan dan keluar ke telinga kiri. Hari ini, tanggal 2 Juni 2024, ucapan dari mualim tiga tersebut menjadi fenomena biasa di dunia persilatan pelaut Indonesia. Bak mimpi yang menjadi kenyataan, banyak ijazah ‘fresh graduate’ lulusan akademi pelayaran yang bekerja menjadi jurumudi, bahkan OS. Begitupun dengan perwira mesin, kerja menjadi oiler mereka jabanin.

                Di artikel saya kali ini, saya tidak akan menyalahkan keadaan ini, apalagi menyalahkan pihak-pihak terkait manapun. Lebih daripada itu, disini saya akan memberikan solusi atau sebuah referensi bagi pelaut berlabel ‘fresh graduate’ dalam menghadapi dunia persilatan yang cenderung kejam ini. Salah satu kunci kesuksesan bagi pelaut ‘fresh graduate’ adalah dengan terus mengasah skill yang akan relevan di masa depan, serta perkuat sisi yang tidak mampu digantikan oleh AI seperti kreatifitas, intuisi, pengalaman dan pemahaman konteks yang mendalam. Mengasah skill yang saya maksud, diantaranya skill mengetik dengan menggunakan 10 jari, skill digital dan skill berbahasa Inggris.

                Dewasa ini, skill mengetik menggunakan 10 jari sangat perlu, karena di atas kapal tiap harinya kita membuat laporan kerja di depan komputer. Belum lagi laporan mingguan, laporan bulanan, laporan per tiga bulanan dan laporan tahunan.

                Skill digital bermacam-macam jenisnya. Skill digital yang saya maksud disini merupakan kemampuan dalam memahami, menggunakan, dan memanfaatkan teknologi perangkat digital dalam mengakses dan mengelola informasi.

                    Untuk skill berbahasa Inggris, kita bisa menaikkan levelnya dengan cara mengikuti webminar atau sertifikasi.  Kalau ada waktu, pergi saja ke daerah Pare-Kediri untuk kursus bahasa Inggris disana. Nggak usah malu, banyak kok pelaut-pelaut senior yang sukses yang ternyata awalnya mengasah kemampuan bahasa Inggris di Pare-Kediri.

                Banyaknya kesulitan saat pelaut ‘fresh graduate’ melamar pekerjaan seperti lowongan pekerjaan yang sedikit dan faktor orang dalam, di kesempatan kali ini saya sarankan agar pelaut ‘fresh graduate’ nggak usah pilih-pilih kerja. Kalau ada perusahaan pertama yang mau ‘hire’ langsung ambil saja. Bayangkan bahwa ada sepuluh pelamar di belakang kalian yang mau dengan tawaran pekerjaan tersebut, dan mereka siap merebut ‘job offer’ kalau kalian menolaknya. So, kerja dulu, jangan buang-buang kesempatan. Kalau sudah punya dua tahun pengalaman kerja, bolehlah kalian pilih-pilih kerja, karena kalian sudah punya nilai jual.

                Kunci kesuksesan berikutnya setelah pelaut ‘fresh graduate’ mulai bekerja adalah pandai-pandai memposisikan diri sebagai orang baru, cepat beradaptasi dengan lingkungan serta mentaati peraturan-peraturan di tempat kerja yang baru. Hal ini penting mengingat setiap perusahaan memiliki aturan yang berbeda-beda, demikian pula dengan karakter orang-orang yang bekerja di dalamnya. Keterampilan dasar juga memegang peranan penting dan harus dimiliki pelaut ‘fresh graduate’, misalnya melek digital. Terima tidak terima, pelaut masa kini akan diandalkan disegala situasi yang sama sekali tidak terduga.

                Sebagai penutup, simak baik-baik kutipan di bawah ini:

  • Jika rezeki berasal dari kerja keras, maka kuli bangunan akan menjadi orang terkaya.
  • Jika rezeki datang dari panjangnya jam kerja, seharusnya warung Madura yang buka 24 jam non-stop mampu mengalahkan Indomaret dan Alfamart.
  • Jika rezeki bersumber dari kepintaran, maka orang terkaya adalah guru-guru dan para profesor.
  • Jika rezeki disebabkan karena pangkat dan jabatan, tentunya presiden akan menjadi orang terkaya di dunia.
  • Jika rezeki berasal dari orang yang hidupnya terlalu santai, maka pelaut ‘fresh graduate’ yang suka pilih-pilih kerja akan menjadi orang kaya raya. Betul tidak???

Leave A Comment