Obrolan Di Atas Awan, Pelaut Keren Wajib Tahu Informasi Ini

Tepat tanggal 16 Oktober 2023 yang lalu saya melakukan perjalanan udara dari Changi (Singapura) menuju Tan Son Nhat (Vietnam). Secara kebetulan, di dalam pesawat, tepat di samping saya duduk seorang wanita berhijab. Dari penampilannya, feeling saya mengatakan bahwa wanita tersebut adalah Warga Negara Indonesia. Dugaan saya benar, dan otomatis wanita tersebut bakal menjadi teman ngobrol saya di sepanjang perjalanan udara saya kali ini.

Tidak banyak sih obrolan kami, akan tetapi saya memperoleh informasi penting bahwa wanita tersebut menggunakan e-paspor dalam perjalanan internasionalnya. Wanita tersebut rupanya sedang liburan ke Jepang. Demi memperoleh tiket pesawat yang murah, wanita tersebut akhirnya memilih maskapai penerbangan milik negara Singapura ini. Selama rute penerbangan Jakarta ke Jepang, pesawat yang dia tunggangi akan transit sebanyak dua kali, yakni di Singapura dan Vietnam. Dalam obrolan singkat dengan wanita tersebut, saya baru paham ternyata Visa ke negara Jepang yang pengurusannya konon sulit akan menjadi mudah jika menggunakan e-paspor.

Penting nggak sih penggunaan e-paspor bagi pelaut? Menurut pengamatan saya penting banget, bro. Menjadi penting kepemilikannya mengingat pemilik e-paspor tidak perlu lagi mengantre di pintu pemeriksaan imigrasi, pemilik bisa langsung menuju ‘auto gate’ untuk memindai e-paspor sebelum masuk ke boarding gate. Intinya kita bisa melewati pemeriksaan imigrasi tanpa halaman paspor kita di stempel oleh pihak imigrasi Indonesia. Contoh simpelnya paspor saya sendiri, kebetulan saya membuatnya tahun 2022 yang lalu di Banyuwangi. Karena sering bepergian ke luar negri (lantaran pekerjaan, red), sudah setengah (dari total 48 halaman) paspor saya penuh dengan stempel maupun Visa kerja. Jadi sudah dapat diprediksi bahwa sebelum paspor saya habis masa berlakunya (tahun 2027, red), dijamin saya sudah harus ganti paspor lagi. So, bagi saya membuat e-paspor adalah sebuah solusi untuk mengurangi jumlah silaturahmi kita ke kantor imigrasi di Indonesia.

Perlu diketahui, dari segi kelengkapan data, e-paspor lebih lengkap dan akurat daripada paspor biasa. E-paspor memiliki data biometrik yang mencakup sidik jari dan bentuk wajah pemegang paspor yang tersimpan dalam chip dan bisa dikenali lewat pemindaian. Data biometrik dalam e-paspor sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh Internasional Civil Aviation Organization (ICAO).

Dikutip dari laman Visa Guide, sejak Oktober 2023, pemegang paspor Indonesia dapat melakukan perjalanan bebas Visa ke-51 negara dan wilayah, antara lain:

  • Antigua & Barbuda
  • Barbados
  • Belarusia
  • Bermuda
  • Brazil
  • Brunei Darussalam
  • Kamboja
  • Chili
  • Kolombia
  • Kepulauan Cook
  • Dominika
  • Ekuador
  • Fiji
  • Gabon
  • Guyana
  • Haiti
  • Hongkong
  • Jepang
  • Kazakhstan
  • Kiribati
  • Laos
  • Makau
  • Malaysia
  • Mali
  • Mikronesia
  • Maroko
  • Mozambik
  • Myanmar
  • Namibia
  • Niue
  • Oman
  • Pakistan
  • Peru
  • Filipina
  • Qatar
  • Rwanda
  • Samoa
  • Serbia
  • Singapura
  • Saint Kitts & Nevis
  • Saint Vincent & The Grenadines
  • Suriname
  • Taiwan
  • Tajikistan
  • Thailand
  • Timor Leste
  • Tunisia
  • Turki
  • Uzbekistan
  • Venezuela
  • Vietnam

Leave A Comment