Resign Bukanlah Sebuah Solusi Bagi Pelaut Yang Mengalami Kejenuhan Kerja

Pagi ini kuawali dengan semangat, kalau perlu semangat 45 pun kukeluarkan dengan sekuat tenaga. Sebenarnya bukan permasalahan keluarga, bukan juga permasalahan cicilan yang mendorongku untuk makin bersemangat hari ini, melainkan karena kerjaku akhir-akhir ini hanya terfokus untuk mencari keberkahan dan keridhoan Allah SWT. Setelah cukup olahraga ringan dan sarapan yang mengenyangkan, sebagai pelaut berbendera merah putih aku mulai mengikuti ‘tool box meeting’ bersama rekan-rekan kerjaku. Meeting yang sempurna, instruksi-instruksi kerja mulai kucerna dengan baik, masukan-masukan dari atasan pun tak pernah kuabaikan. Yup, waktu kerja sudah dimulai, udara panas bercampurkan debu mulai mematahkan semangat 45-ku. Waktu terus berlalu, tepat jam sepuluh lebih lima menit aku menyerah. Meskipun kata menyerah tidak pernah ada dalam kamus hidupku, namun apalah daya kondisi fisikku mulai menurun siang ini. Pertanyaannya, apakah sahabat pelaut pernah mengalami cerita yang kualami?

Keesokan harinya badanku mulai agak mendingan. Kurasa ini semua sih akibat segelas minuman berenergi yang aku minum setelah sholat subuh, waktu dimana ayam jantan mulai berkokok. Kulanjutkan aktivitasku hari ini, kebetulan siang ini aku berada di depan komputer, duduk tegap seraya bersungguh-sungguh. Sedetik kemudian jari jemariku mulai lincah menekan tombol demi tombol yang ada di ‘keyboard’. Ini adalah rutinitasku tiap siang selama kerja, membuat laporan kerja yang nantinya harus dikirim ke alamat email kantor. Jujur, aku mulai mengalami kejenuhan kerja yang teramat dalam. Bukan tanpa alasan, pekerjaan ini memang rutin harus kukerjakan tiap hari. Bahkan tanggal merah sekalipun aku tetap wajib mengirim email ke kantor.  Pertanyaannya, apakah sahabat pelaut pernah mengalami cerita yang kualami?

Tak terasa hari ini akhir bulan, kusambut dengan pekik “besok sudah gajian” hehehe. Sore ini kuketuk pintu kamar teman-temanku yang se-frekuensi. Lima menit berselang, aku dan tiga temanku sudah berada di ruangan gym di waktu yang hampir bersamaan. Ruangan ini lumayan besar menurutku, dimana ada beberapa barbel yang siap untuk dipakai. Samsak, alat bersepeda, ‘treadmill’, timbangan badan dan ruang sauna di sebelah kiri benar-benar membuat kapal ini makin istimewa. Kapalnya istimewa, tetapi aku tidak. Aku benar-benar tidak menikmati kegiatan olahragaku hari ini, walaupun demikian aku tetap tersenyum dihadapan ketiga temanku, aku tidak mau mengecewakan mereka. Singkat cerita aku kembali terjebak dalam situasi yang membuatku bosan dan jenuh. Padahal semalam aku sudah beristirahat sesuai aturan STCW’95, yang mana bunyinya waktu istirahat bagi seorang pelaut di atas kapal minimal 10 jam per hari, yang mana enam jam diantaranya digunakan untuk tidur. Pertanyaannya, apakah sahabat pelaut pernah mengalami cerita yang kualami?

“BETTER TIRED WHILE YOU WORKING RATHER THAN TIRED LOOKING FOR WORK”

Inilah kata-kata bijak yang menjadi jawaban dari ketiga ceritaku di atas. Ketika kamu membandingkan rasa lelahmu saat bekerja dengan rasa lelah orang yang sedang mencari kerja, sudah pasti semangat kerjamu pun akan segera meningkat beberapa persen dengan sendirinya. Saat kamu melihat orang yang belum punya pekerjaan mati-matian mencari kerja, masa’ kamu masih betah bermalas-malasan meski sudah bekerja di tempat yang nyaman? Apalagi gajinya sudah cukup besar.

Tunggu apalagi bro? Selalu ingat kata-kata bijak ini, jika perlu tulis di buku catatanmu, bro. Sumpah, kata-kata bijak ini ibarat aspirin bagi kamu yang sedang merasakan rasa sakit atau nyeri. Hehehe…bercandya (lagi).

Leave A Comment